Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Juli 2008

PESTA PUZZLE

Dua orang masuk ke bar sambil tertawa-tawa senang.
Mereka duduk lalu memesan minuman.
“Ambilkan pitcher bir terbesar kamu, bartender! Kami ada perayaan besar!” ujar salah satunya.
Sang bartender pun mengambilkan satu pitcher bir.
Lalu sambil menuangkan ke gelas untuk kedua orang yang bergembira ini, dengan ikut tersenyum senang dia bertanya, “Wow, kelihatannya kalian bergembira sekali! Apa nih yang dirayakan?”
Segera setelah meneguk gelas pertama, salah satu dari mereka menjawab dengan tersenyum lebar, “Kami baru saja menyelesaikan sebuah puzzle yang sangat sulit dengan waktu yang sangat cepat!”
“Puzzle? Sungguh? Pasti puzzle yang sangat sulit atau catatan waktu kalian luar biasa” Tanya sang bartender lagi penuh ingin tahu.
“Betul sekali!” jawab seorang yang lain dengan bangga. “Kami berhasil menyelesaikannya dalam waktu 2 bulan! 2 bulan lho! Karena itu kami bangga sekali!”
Sang bartender mengernyitkan dahinya, “2 bulan?!!! Lama sekali! Puzzle seperti apa butuh waktu 2 bulan? Saya belum pernah mendengar orang menyelesaikan puzzle selama itu!”
“Hei!” sela yang pertama bicara, sedikit tersinggung. “Kami jelas patut bangga. Di kotaknya ditulis ‘untuk 5 sampai 7 tahun’!”
Lalu keduanya kembali melakukan tos, sementara sang bartender sambil menggeleng-gelengkan kepala berlalu dari hadapan mereka.

======================

Moral cerita
(bisa juga sahabat artikan sendiri sesuai model dunia masing-masing)
Kita menemukan berbagai model dunia di dunia yang kita hidupi bersama ini.
Masing-masing kita punya persepsi, cara berpikir, berperilaku, cara pandang, tingkat kecerdasan, strategi, dll.
Tidak ada yang sama persis, karena itu dunia ini bisa dipandang juga kacau balau atau malah indah dengan berbagai perbedaan itu.
Terkadang kita menemukan model dunia yang menurut kita sangat tidak masuk dalam logika berpikir kita, alias ‘bodoh’ menurut kita.
Terkadang malah yang membuat kita merasa bodoh.
Yang kadang juga kita sebaiknya pikirkan adalah bahwa model dunia orang lain itu sangat dihormati dan dibanggakan mereka, walau di mata kita itu ‘ngaco’ sekalipun.
Kita punya pilihan untuk menghormati perbedaan yang ada atau merendahkan model dunia lain.
Yang jelas, bukankah kadang kita sadar bahwa untuk hal-hal tertentu, yang ada di model dunia kita juga ‘ngaco’ bahkan menurut kita sendiri?
Dan pada saat itu terjadi, alangkah nikmatnya kalau kita tahu orang lain tetap bisa menghormati ‘kebodohan’ kita. Setuju?
So, why not respect each other?
Make a CHOICE today!


Have a positive day!

Diambil dari tulisan :

Hingdranata Nikolay

ALPHABET KEBERHASILAN

A : Accept. Terimalah diri Anda sebagaimana adanya.

B : Believe. Percayalah terhadap kemampuan Anda untuk meraih apa yang Anda inginkan dalam hidup.

C : Care. Pedulilah pada kemampuan Anda meraih apa yang Anda inginkan dalam hidup.

D : Direct. Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri.

E : Earn. Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik.

F : Face. Hadapi masalah dengan benar dan yakin.

G : Go. Berangkatlah dari kebenaran.

H : Homework. Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi.

I : Ignore. Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan Anda mencapai tujuan.

J : Jealously. Rasa iri dapat membuat Anda tidak menghargai kelebihan Anda sendiri,jadi HINDARIlah

K : Keep. Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal.

L : Learn. Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya.

M : Mind. Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain.

N : Never. Jangan pernah QUIT dan PUTUS ASA

O : Observe. Amatilah segala hal di sekeliling Anda. Perhatikan, dengarkan,dan belajar  dari orang lain.

P : Patience. Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat Anda terus berusaha.

Q : Question. Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu.

R : Respect. Hargai diri sendiri dan juga orang lain.

S : Self Confidence, Self Esteem, Self Respect. Percaya diri, harga diri,citra diri,penghormatan diri membebaskan kita dari saat-saat tegang.

T : Take. Bertanggung jawab pada setiap tindakan Anda.

U : Understand. Pahami bahwa hidup itu naik turun.

V : Value. Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik.

W : Work. Bekerja dengan giat, jangan lupa berdo'a.

X : X'tra. Usaha lebih keras membawa keberhasilan.

Y : You. Anda dapat membuat suatu yang berbeda.

Z : Zero. Usaha nol membawa hasil nol pula. (",)

  Have a positive day!


Diambil dari tulisan:

  Mohamad Yunus
  HR & Training Manager
  PT Widatra Bhakti
  www.inspirasiindonesia.com
  www.widatra.com


Dunia adalah komedi bagi mereka yang melakukannya, atau tragedi bagi mereka yang merasakannya. - Horace Walpole -

Selasa, 04 Desember 2007

Kekuatan Berpikir Positif

Suatu ketika seorang pria menelepon
Norman Vincent Peale. Ia tampak
sedih. Tidak ada lagi yang dimilikinya
dalam hidup ini. Norman mengundang pria itu untuk
datang ke kantornya.

"Semuanya telah hilang. Tak ada
harapan lagi," kata pria itu.

"Aku sekarang hidup dalam kegelapan
yang amat dalam. Aku telah kehilangan
hidup ini.

Norman Vincent Peale, penulis buku
"The Power of Positive Thinking", tersenyum
penuh simpati.

"Mari kita pelajari keadaan anda," katanya Norman dengan lembut.

Pada selembar kertas ia menggambar
sebuah garis lurus dari atas
ke bawah tepat di tengah-tengah
halaman. Ia menyarankan agar pada kolom kiri pria
itu menuliskan apa-apa yang telah hilang dari hidupnya.
Sedangkan pada kolom kanan, ia
menulis apa-apa yang masih tersisa.

"Kita tak perlu mengisi kolom sebelah
kanan," kata pria itu tetap
dalam kesedihan.

"Aku sudah tak punya apa-apa
lagi."

"Lalu kapan kau bercerai dari
istrimu?" tanya Norman .

"Hei, apa maksudmu? Aku tidak
bercerai dari istriku. Ia amat
mencintaiku!"

"Kalau begitu bagus sekali," sahut Norman penuh antusias.

"Mari kita catat itu sebagai nomor
satu di kolom
sebelah kanan "Istri yang amat mencintai". Nah, sekarang kapan anakmu itu
masuk penjara?"

"Anda ini konyol sekali. Tak ada anakku
yang masuk penjara!"

"Bagus! Itu nomor dua untuk kolom
sebelah kanan "Anak-anak tidak berada dalam penjara."
kata Norman sambil menuliskannya di atas kertas tadi.Setelah
beberapa pertanyaan dengan nada yang serupa, akhirnya pria itu
menangkap apa maksud Norman dan tertawa pada diri
sendiri.

"Menggelikan sekali. Betapa segala sesuatunya
berubah ketika kita berpikir dengan
cara seperti itu," katanya.

Kata orang bijak,
bagi hati yang sedih lagu yang riang pun terdengar memilukan. Sedangkan orang bijak lain berkata, sekali pikiran negatif terlintas di pikiran,
duniapun akan terjungkir balik.......


Maka mulailah hari dengan selalu
berfikir positif.....






Norman Vincent Peale

Penulis buku The Power of
Positive Thinking





Senin, 03 Desember 2007

I Love U no metter what.......


Suatu ketika di India,
hidup seorang pendeta dengan putrinya yg amat
cantik.
Ia kebingungan karena adanya lamaran Dr 3 orang pendeta muda,
yg semuanya berkata akan bunuh
diri kalau tidak bisa mempersunting
putri pendeta itu.
Sebelum bisa memutuskan lamaran mana yang
diterima, putri pendeta tiba2 meninggal dunia.


Ketiga pendeta muda menunjukkan perilaku yg berbeda dalam
menyikapi kematian putri itu.


Pendeta 1
Duduk di atas tempat pembakaran mayat sang putri. Ia membuat gubuk Dan menetap
di sana terus menerus. Ia tidak mau meninggalkan tempat itu. Tak berhenti IA
melantu nkan DOA pujian untuk arwah sang putri.


Pendeta 2
Pergi ke Sungai Gangga untuk melaburkan tulang belulang dalam rangka
menyempurnakan kematian sang putri. Sesuai tradisi Hindu, seseorang melaburkan
tulang belulang orang yg meninggal sebagai tanda kecintaannya.


Pendeta 3
Pergi berkelana, sampai akhirnya menemukan sebuah kitab Suci yg bisa
menghidupkan orang yg sudah mati.




Singkat cerita, dengan kitab suci yg ditemukan pendeta ke
3, sang putri hidup kembali. Dan tambah bingung karena ke tiga pendeta merasa
paling berhak menikahi putri itu.


Pendeta 1 berkata: "Sayalah yg menunggunya siang
malam seraya melantunkan DOA pujian untuknya"


Pendeta 2 : "Sayalah yg melaburkan tulang
belulangnya di Gangga"


Pendeta ke-3: "Sayalah yg menemukan kitab suci yg
menghidupkannya kembali"


Pertanyaannya: "Siapakah diantara
ketiga pendeta muda itu yg
berhak jadi suami sang putri? "




Pendeta 3 : Karena telah menghidupkan
putri itu kembali maka IA berada dalam posisi
sebagai... BAPAK.


Pendeta 2 : Karena telah melaburkan tulang di Gangga,
telah melakukan pengabdian. Karena itu dia lebih pantas menjadi
... ANAK.


Pendeta 1: Pendeta inilah yg lebih berhak
menjadi SUAMI, karena IA terus menerus berada
di tempat pembakaran mayat sang putri. Ia
tetap mencintai putri itu "walaupun" sudah menjadi debu, "walaupun" IA tidak bisa lagi melihat
senyuman sang putri, "walaupun" IA tidak bisa lagi mendengar
suara gadis yg dicintainya itu.
Ia tetap setia menunggu di tempat itu
sampai kapan pun.




"L'amour n'est pas parce que mais malgre" ....kata orang Perancis...
Cinta itu bukan "karena", tetapi "walaupun"

I love u no matter what.....
Not
I love u because......

Jumat, 09 November 2007

Bersahabat Dengan Masalah


"If a problem doesn't kill you, it will make you stronger."

Seorang kawan mengeluh, "Pak, saya kok sering kena masalah ya? Padahal saya ini sudah rajin berdoa, selalu positive thinking, tidak Pernah bikin susah orang lain, suka menolong orang lain, jujur dalam Bekerja, Dan nggak neko-neko. Kenapa ya Pak? Apa masalah saya? Saya Sudah bosan kena masalah terus."

"Wah, selamat ya," balas saya.

"Lho, bagaimana sih Pak Adi ini. Saya punya banyak masalah kok malah
Diberi selamat. Senang ya Pak kalau lihat orang susah?" kawan saya
Balik bertanya Dan agak jengkel.

"Sabar...sabar. .. Bukan begitu maksud saya. Jangan tersinggung
Dong," jawab saya cepat sambil berusaha menenangkan kawan saya ini.

Nah, pembaca, apa yang saya tulis di artikel ini merupakan hasil
Obrolan saya Dan kawan saya.

Masalah. Setiap orang pasti punya masalah. Setiap Hari Kita pasti
Berhadapan dengan masalah. Kita berusan dengan masalah. Kita
Mendapat masalah. Kita membuat masalah. Kita bahkan bisa jadi sumber
Masalah. Masalah terbesar adalah kalau Kita tidak tahu bahwa masalah
Kita adalah Kita merasa tidak punya masalah.

Pembaca, waktu Anda mengalami masalah, bagaimana reaksi Anda?

Apakah Anda marah? Jengkel? Sakit hati? Frustrasi? Takut?
Menyalahkan diri sendiri? Atau Anda cenderung untuk menyalahkan
Orang lain?

Anda mungkin bertanya-tanya mengapa saya menggunakan
Judul "Bersahabat Dengan Masalah". Apa nggak salah, nih? Kita kok
Diminta bersahabat dengan masalah?

Benar. "Masalah" sebenarnya adalah hal yang sangat positif. Mari
Kita bahas terlebih dahulu makna di balik kata "masalah". Masalah,
Yang dalam bahasa Inggris adalah "problem", ternyata mempunyai akar
Kata yang maknanya sangat berbeda dengan yang Kita pahami selama
Ini.

Akar kata "problem" berasal dari bahasa Yunani, proballein, yang
Bila ditelusuri lebih jauh mengandung makna yang sangat positif. Pro
Berarti forward atau maju. Sedangkan ballein berarti to drive atau
To throw. Jadi, problem berarti bergerak maju. Problem berarti
Kesempatan untuk maju Dan berkembang.

Sewaktu pertama kali mengetahui bahwa akar kata problem, proballein,
Artinya bergerak maju, saya sempat terhenyak dengan perasaan kaget
Dan takjub. Sungguh luar biasa Dan sungguh benar. Coba Kita
Renungkan bersama. Masalah sebenarnya adalah suatu simtom yang
Menunjukkan adanya suatu penyebab atau akar masalah. Justru dengan
Seringnya seseorang mendapat "masalah", bila orang ini cukup bijak
Dan jujur pada dirinya sendiri, IA akan berkembang Dan bisa lebih
Maju.

Lha, kok bisa begini?

Pernahkah Anda, atau mungkin orang yang Anda kenal, mendapat atau
Mengalami masalah?

Jawabannya, "Sudah tentu pernah."

Pertanyaan saya selanjutnya, "Apakah masalah yang dialami Anda mirip
Dengan masalah sebelumnya?"

Jika Kita mau bersikap jujur Dan jeli dalam mengamati maka
Seringkali masalah yang Kita alami sifatnya "mengulang" masalah
Sebelumnya. Ada kemiripan atau kesamaan. Bentuk masalahnya bisa
Berbeda namun polanya sama.

Satu contoh. Ada seorang wanita yang putus dengan pacarnya. Ia
Marah, kecewa, sakit hati, dendam, Dan bersumpah akan mencari
Pasangan yang jauh lebih baik. Namun kenyataannya? Ia mendapatkan
Pacar baru yang mempunyai karakter yang serupa dengan mantan
Pacarnya.

Ada lagi seorang pengusaha besar, kawan saya, berulang kali kena
Tipu. Sekali kena tipu jumlahnya nggak main-main. Bukan puluhan juta
Tapi ratusan juta. Dan ini terjadi berulang kali.

Seorang kawan yang lain seringkali ribut dengan istrinya hanya
Karena hal-hal sepele. Misalnya hanya karena is istri memencet pasta
Gigi tidak dari bawah, tetapi dari tengah, IA marah besar.
Sebaliknya is istri walaupun telah diberitahu suaminya tetap
Mengulangi pola perilaku yang sama.

Masalah yang Kita hadapi sebenarnya menunjukkan "level" Kita. Siapa
Diri Kita sebanding dengan masalah yang Kita hadapi. Bukankah Ada
Tertulis bahwa Tuhan tidak akan membiarkan Kita dicobai melampaui
Kekuatan Kita untuk mengatasinya? Dan setiap masalah pasti Ada jalan
Keluarnya?

Masalah atau problem sebenarnya guru sejati yang seringkali Kita
Abaikan. Kebanyakan orang mengalami masalah yang serupa atau
Berulang karena mereka tidak belajar dari masalah yang pernah mereka
Alami.

Ibarat anak sekolah bila Kita tidak naik kelas, karena nilai ujian
Kita jelek, maka Kita akan mengulang di level atau kelas yang sama.
Tidak mungkin guru akan menaikkan Kita ke kelas berikutnya. Mengapa?
Lha, soal ujian di level ini saja Kita nggak Lulus apalagi kalau
Diberi soal ujian level di atasnya.

Kita harus mengulang, tidak naik kelas, dengan harapan Kita akan
Belajar, meningkatkan diri, Dan akhirnya mampu mengerjakan soal
Ujian dengan benar. Dengan demikian Kita "Lulus" ke kelas
Berikutnya.

Saat tidak naik kelas, bukannya belajar dari "masalah" ini, banyak
Yang malah membuat masalah baru dengan menjadi marah, frustrasi, Dan
Menyalahkan guru atau sekolah. Anda pernah bertemu dengan orang
Seperti ini?

"Ah, itu kan anak sekolah. Memang harusnya begitu," ujar kawan saya.

Lho, kita ini kan juga anak sekolah. Kita sekolah di Sekolah
Kehidupan. Kehidupan adalah tempat kita belajar. Untuk maju kita
harus menjadi pembelajar seumur hidup atau life long learner.

Ada yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang paling baik.
Saya kurang setuju dengan pernyataan ini. Menurut saya pengalaman
adalah guru terbaik bila itu pengalaman orang lain. Jadi, kita
belajar dan mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan dengan menelaah
dan mempelajari pengalaman orang lain dan kita terapkan untuk
kemajuan hidup kita. Lha, lebih baik mana, Anda kena tipu Rp 1
miliar atau Anda belajar dari pengalaman orang lain yang tertipu Rp
1 miliar dan Anda gunakan pengetahuan ini untuk melindungi diri Anda
agar tidak mengalami masalah yang sama?

Pengalaman adalah guru yang terbaik bila kita dapat memetik
pelajaran berharga dari apa yang kita alami. Kebanyakan orang
mengalami "pengalaman" hanya sekadar mengalami. Mereka tidak memetik
pelajaran atau manfaat apa pun dari pengalaman (baca: masalah)
mereka.

OK. Sekarang sudah jelas bahwa kita bisa belajar dari masalah. Tapi
bagaimana caranya?

Ada empat langkah mujarab untuk mengatasi setiap masalah dalam hidup:
1. Mengakui adanya masalah
2. Setiap masalah pasti ada sumber atau akar masalahnya
3. Bila akar masalah ditemukan maka masalah dapat dipecahkan
4. Jalan keluar untuk menyelesaikan masalah

Contoh konkritnya?

Mari kita analisis kasus yang dialami kawan saya. Itu lho, yang
bolak-balik kena tipu ratusan juta rupiah.

Langkah pertama adalah mengakui atau menerima bahwa ia punya
masalah. Ia harus berani mengakui dan memutuskan untuk mengubah hal
ini. Masalahnya adalah ia berkali-kali kena tipu. Banyak orang yang
bila mendapat masalah, hanya bisa berdoa, pasrah, nrimo, dan berkata
bahwa masalah mereka adalah bentuk cobaan dari Tuhan. Mereka
meyakini bahwa masalah yang mereka alami, karena merupakan cobaan
dari Tuhan, maka Tuhan-lah yang harus mengubah keadaan ini. Saya
tidak setuju dengan pandangan ini. Bukankah ada tertulis bahwa Allah
tidak akan membantu mengubah nasib umat-Nya apabila umat-Nya tidak
bersedia mengubah nasib mereka sendiri.

Langkah kedua adalah memahami bahwa masalah (simtom) yang ia alami
pasti ada sumber atau akar masalah. Dan akar masalahnya bukan
terletak di luar dirinya, misalnya ia tertipu karena kelihaian si
penipu dalam meyakinkan dirinya sehingga mau meminjami uang, tapi
akar masalahnya terletak di dalam dirinya.

Langkah ketiga, bila akar masalah yang ada di dalam dirinya berhasil
ditemukan, maka ia dapat mengatasi masalahnya.

Langkah keempat adalah memilih solusi terbaik yang akan digunakan
dalam mengatasi masalah. Setelah sukses melakukan empat langkah di
atas maka ia dapat memetik hikmah dari apa yang ia alami.

Sekarang akan saya uraikan langkah demi langkah yang dilakukan kawan
saya.

Langkah 1. Masalah: Saya tertipu ratusan juta berkali kali.

Langkah 2. Saya menyadari bahwa akar masalah terletak di dalam diri
saya.

Langkah 3. Akar masalah saya adalah belief yang menyatakan bahwa
saya adalah kasirnya Tuhan.

Langkah 4. Saya mengubah belief saya, dari kasirnya Tuhan menjadi
Fund Manager uangnya Tuhan. Saya akan mengelola uang yang
dipercayakan kepada saya dengan hati-hati karena saya harus
mempertanggungjawab kan uang ini setiap akhir tahun buku.

Hikmah yang didapat dari masalah ini adalah bahwa apa yang ia alami
dipengaruhi oleh belief-nya. Setiap belief mengakibatkan konsekuensi
tertentu. Cara paling tepat untuk mengevaluasi apakah suatu belief
bermanfaat atau justru merugikan diri kita bisa dilihat dari akibat
yang ditimbulkan oleh belief-belief itu terhadap hidup kita.

Selama seseorang masih tetap memegang belief yang sama maka ia akan
mendapat hasil yang sama. Tidak mungkin terjadi seseorang mendapat
hasil yang berbeda dengan belief yang sama. Einstein menjelaskan
dengan sangat tepat saat ia berkata, "Insanity is doing the same
thing over and over but expecting different result."[awg]

Sumber: Bersahabat Dengan Masalah oleh Adi W. Gunawan. Adi W.
Gunawan lebih dikenal sebagai Re-Educator and Mind Navigator, adalah
pakar pendidikan dan mind technology, pembicara publik, dan trainer
yang telah berbicara di berbagai kota besar di dalam dan luar negeri.

SEORANG AYAH, SEORANG ANAK, DAN SEEKOR KELEDAI


Ada sebuah keluarga sederhana di sebuah desa kecil yang memiliki seorang anak lelaki yang sudah mulai besar dan hendak pergi ke kota guna menuntut ilmu. Orang tuanya menyetujui namun untuk bekal ke kota mereka harus menjual keledai satu-satunya yang mereka miliki.

Keesokan hari, ayah dan anak lelaki itu pergi ke pasar untuk menjual keledai mereka. Sepanjang perjalanan mereka menuntun keledai melewati beberapa desa lain. Tak seberapa jauh kemudian ada seseorang yang menegur, "Hei, kalian ini dungu sekali. Mengapa tak menunggangi keledai kalian itu!" Lalu sang
ayah memerintahkan anak lelakinya naik ke atas keledai. Bagaimana pun anak lelakinya masih harus menempuh perjalanan lebih jauh ke kota.

Ketika sampai di desa lain, seorang perempuan tua menegur, "Dunia memang
sudah terbalik! Anak lelaki itu memang tak tahu diri membiarkan ayahnya
berjalan sedangkan ia yang masih muda enak-enakan duduk di atas keledai."
Mendengar itu, si anak lelaki turun dan menyilakan ayahnya menunggangi
keledai.

Tapi sesampainya di desa berikut, ada orang lain yang memberi komentar, "Aih
aih, jahat sekali bapak ini! Membiarkan anaknya yang masih kecil berjalan
kaki sedang ia yang kuat malah menunggangi keledai." Terkejut mendengar
teguran ini, sang ayah lalu memerintahkan anak lelakinya naik ke atas
keledai. Kemudian mereka berdua bersama-sama menunggangi keledai.

Belum lama mereka berjalan, di desa lain banyak orang menegur, "Hei, kalian
ini benar-benar kejam. Malang sekali keledai itu harus menanggung beban dua
orang." Ayah dan anak lelaki itu menjadi bingung dan kehabisan akal, lalu
mereka memutuskan untuk memanggul keledai itu.

Melihat kejadian ini, orang-orang di jalan lalu bersorak-sorai mengolok-olok
mereka, "Lihatlah orang-orang berotak keledai memanggul keledai," tawa
mereka terpingkal-pingkal.

Kita tak mungkin menyenangkan semua orang. Ambillah keputusan
anda sendiri.

Jumat, 24 Agustus 2007

Buah Keberhasilan Yang Kita Hasilkan

Buah yang berbuah lebat terlihat lebih menarik ketimbang pohon yang tak berbuah bukan, meski rimbun dengan dedaunan yang hijau dan batang yang kokoh.

Tak mengherankan mungkin sebagian dari kita ataupun anak-anak akan tergoda untuk memetiknya walau dengan cara apapun entah memanjat atau bahkan menimpukinya agar buah segera jatuh ke tanah dan serta merta kita dapat menikmatinya.
Perjalanan hidup banyak memberikan pelajaran berharga. Mengapa sebagian besar orang ingin menjadi pohon yang menghasilkan buah berlimpah dan nikmat untuk dinikmati banyak orang. Karena buah yang dihasilkan merupakan bukti keberhasilan yang kita peroleh selama ini, tak heran banyak orang juga ingin merasakan keberhasilan yang kita peroleh tersebut. Memang tidak semua buah keberhasilan tersebut kita nikmati sendirian tetapi kita juga membagikannnya untuk orang lain. Buah keberhasilan yang akan dicicipi orang lain tidak terlepas dari upaya kerja keras kita sekian lamanya dan bibit kebaikan yang kita tebarkan di berbagai lahan di bumi ini. Dengan begitu, mengapa kita tidak ingin menjadi pohon berbuah yang berguna bagi banyak orang, dimana banyak orang berbondong-bondong datang menghampirinya.
"Tidak ada resep misterius untuk merealisasikan kesuksesan, sebab kesuksesan adalah hasil dari persiapan matang, kerja keras, dan kesediaan belajar pada kesalahan" (Colin L. Powell)


"Kesuksesan diciptaka dari 80% sikap dan 20% keahlian" (Funmi Wale-Adegbite)
"Nasibmu adalah kumpulan dari tindakan, dan kumpulan dari apa yang sanggup engkau lakukan. Tidak ada lag" (Mahatma Gandhi)

Rabu, 15 Agustus 2007

KEBERANIAN YANG DAPAT MENGUBAH KEHIDUPAN


“Tears will not erase your sorrow; hope does not make you successful; courage will get you there." – Air mata tidak akan menghapus dukamu; berharap tidak akan membuatmu sukses; hanya keberanian yang bisa membawamu kesana.
Johni Pangalila

Setiap hari kita mempunyai peluang yang menguntungkan, entah itu dalam skala kecil maupun besar. Bila kita cukup berani, maka peluang-peluang tersebut akan menjadi keberuntungan yang besar. Sebab keberanian akan menimbulkan aksi yang signifikan.

Keberanian adalah suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak terlalu merisaukan kemungkinan-kemungkinan buruk. Aristotle mengatakan bahwa, “The conquering of fear is the beginning of wisdom. Kemampuan menahklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan.” Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi belaka. Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang di sekitarnya.

Beberapa abad yang silam Virgil mengatakan, “Fortune favors the bold. – Keberuntungan menyukai keberanian.” Marilah kita belajar dari para tokoh olah raga yang mempunyai prestasi berskala internasional, yaitu Carl Lewis, Michael Jordan, Marilyn King dan lain sebagainya. Mereka mempunyai keberanian yang tinggi untuk menepis segala kekhawatiran akan keterbatasan dalam diri mereka. Karena itulah mereka mampu berprestasi di bidang olah raga dan tampil sebagai tokoh yang berkarakter.

Kita juga mempunyai peluang yang sama besar di bidang yang sama ataupun di bidang lain, misalnya di bidang seni, politik, bisnis, ilmu pengetahuan, filsafat dan lain sebagainya. Tetapi apakah kita sudah mempunyai cukup keberanian menangkap peluang yang datang setiap hari itu dan mengubahnya menjadi prestasi hidup?

Hanya diri kita yang mampu mengukur apakah keberanian kita cukup besar? Marilyn King mengatakan bahwa keberanian kita secara garis besar dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu visi (vision), tindakan nyata (action), dan semangat (passion). Ketiga hal tersebut mampu mengatasi rasa khawatir, ketakutan, dan memudahkan kita meraih impian-impian.

Berdasarkan visi atau tujuan yang ingin kita capai, satu hal yang terpenting adalah kita harus menciptakan kemajuan. Menurut Vince Lombardi, seorang pelatih rugby ternama di dunia, upaya menciptakan kemajuan akan berjalan secara bertahap. Adanya perubahan menjadikan diri kita berani membuat kemajuan yang lebih besar. Karena itu Anthony J. D'Angelo menegaskan, “Don't fear change, embrace it. – Jangan pernah takut pada perubahan, tetapi peluklah ia erat.” Maka perjelas visi, supaya berpengaruh signifikan terhadap keberanian.

Sementara itu, peluang datang terkadang dengan cara yang tidak terduga. Samuel Johnson mengatakan bahwa, “Whatever enlarges hope will also exalt courage. – Apapun yang dapat memperbesar harapan, maka ia juga akan meningkatkan keberanian.” Artinya, tindakan kerja untuk mengubah peluang akan meningkatkan harapan sekaligus keberanian memikirkan kemungkinan-kemungkinan terbaik atau menanggung resiko kegagalan sekalipun. Jika sudah mengetahui secara pasti apa yang kita inginkan dan sudah melakukan tindakan, maka hal itu akan meningkatkan keberanian untuk tidak pernah menyerah sebelum benar-benar berhasil.

Faktor ketiga yang berpengaruh terhadap tingkat keberanian adalah semangat (passion). Mungkin kita akan terinspirasi semangat seorang olah ragawan Carl Lewis. Dirinya tidak merasa khawatir atau takut akan mengalami kekalahan dalam pertandingan karena ia mempunyai semangat yang tinggi. Semangat Carl Lewis memompa keberaniannya melewati bermacam kesulitan, sehingga ia berhasil meraih 22 medali emas diantaranya : 9 dari olimpiade/Games, 8 dari World Championship, 2 dari Pan America Games.

Ayahnya adalah orang yang paling berjasa dibalik keberaniannya itu. Ayahnya adalah orang yang tidak pernah bosan memberikan dorongan motivasi. Sehingga ketika ayahnya meninggal dunia pada tahun 1987 akibat serangan penyakit kanker, Carl Lewis menguburkan salah satu medali emas dari perlombaan lari 100 m yang paling disukai ayahnya. Dia berjanji untuk mendapatkan kembali medali itu. Semangat Carl Lewis meningkatkan keberaniaannya menembus halangan, hingga ia kembali berhasil mengumpulkan 9 medali emas beberapa tahun kemudian.

Carl Lewis adalah salah satu contoh orang sukses. Ia mempunyai keberanian yang tinggi untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa atau tidak akan pernah dikerjakan oleh orang-orang yang biasa-biasa saja. Mereka konsisten menciptakan kemajuan terus menerus. Ekhorutomwen E.Atekha menerangkan, “All you need to keep moving is your ability to keep being courageous. – Segala sesuatu yang menggerakkan dirimu adalah kemampuanmu untuk memacu keberanian.” Mereka senantiasa mempunyai keberanian yang tinggi untuk mengubah kehidupan karena mereka mempunyai visi, melakukan aksi dan mempunyai semangat yang luar biasa.*

Selasa, 14 Agustus 2007

BERBUATLAH YANG TERBAIK - Kisah 4 Istri

Berbuatlah yang terbaik dalam hidupmu selama engkau masih di dunia...

Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri. Dia mencintai isteri ke-4 dan menganugerahinya harta dan kesenangan, sebab ia yang tercantik di antara semua isterinya.

Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. ia sangat bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu kuatir kalau isterinya ini lari dengan pria lain. Begitu juga dengan isteri ke-2. Sang pedagang sangat menyukainya karena ia isteri yang sabar dan penuh pengertian.

Kapan pun pedagang mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri ke-2-nya ini, yang selalu menolong dan mendampingi sang suami melewati masa-masa sulit.

Sama halnya dengan isteri pertama. Ia adalah pasangan yang sangat setia dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisnis sang suami.

Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya meski isteri pertama ini begitu sayang kepadanya. Suatu hari si pedagang sakit dan menyadari bahwa ia akan segera meninggal. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hati, "Saat ini aku punya 4 isteri. Namun saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan."

ISTERI KE-4: NO WAY
Lalu pedagang itu memanggil semua isterinya dan bertanya pada isteri ke-4-nya. "Engkaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Nah, sekarang aku akan mati. Maukah kamu mendampingi dan menemaniku?" Ia terdiam.... tentu saja tidak! Jawab isteri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa2 lagi. Jawaban ini sangat menyakitkan hati. Seakan2 ada pisau terhunus dan mengiris- iris hatinya.

ISTERI KE-3: MENIKAH LAGI
Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3. "Aku pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku dan menemani akhir hayatku?" Isterinya menjawab, "hidup begitu indah di sini, Aku akan menikah lagi jika kau mati". Bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul dengan jawaban tsb. Badannya terasa demam.

ISTERI KE-2: SAMPAI LIANG KUBUR
Kemudian ia memanggil isteri ke-2. "Aku selalu berpaling kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dan kau selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu. Kalau aku mati, maukah engkau mendampingiku?" Jawab sang isteri, "Maafkan aku kali ini aku tak bisa menolongmu. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur. Nantiakan kubuatkan makam yang indah untukmu."

ISTERI KE-1: SETIA BERSAMA SUAMI
Pedagang ini merasa putus asa. Dalam kondisi kecewa itu, tiba- tiba terdengar suara, "Aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemana pun kau pergi.Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu. Pria itu lalu menoleh ke samping, dan mendapati isteri pertamanya di sana. Ia tampak begitu kurus. Badannya seperti orang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, "Kalau saja aku bisa merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus seperti ini, isteriku."

HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTERI
Sesungguhnya, kita punya 4 isteri dalam hidup ini. Isteri ke-4 adalah TUBUH kita. Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah. Semua ini akan hilang dalam suatu batas waktu dan ruang. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.

Isteri ke-3, STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya. Sebesar apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada.

Sedangkan isteri ke-2, yakni KERABAT DAN TEMAN. Seberapa pun dekat hubungankita dengan mereka, kita tak akan bisa terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani kita. Dan sesungguhnya isteri pertama kita adalah JIWA DAN AMAL KITA. Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemana pun kita melangkah. Hanya amallah yang mampu menolong kita di akhirat kelak.

Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita dengan bijak serta jangan pernah malu untuk berbuat amal, memberikan pertolongan kepada sesama yang membutuhkan. Betapa pun kecilnya bantuan kita, pemberian kita menjadi sangat berarti bagi mereka yang memerlukannya.

Mari kita belajar memperlakukan jiwa dan amal kita dengan bijak.

Raih Sukses Dengan Berpikir Kedepan

Banyak sudah kiat yang dibeberkan oleh pakar karir dalam meraih sukses. Diantaranya kerap disebutkan tekun dan rajin bekerja! Tapi kini, seseorang yang terlalu tekun bekerja dianggap tidak lagi memberikan kontribusi maksimal pada perusahaan. Justru mereka yang lebih berpikir ke depanlah, yang memiliki peluang besar untuk sukses.

Bagaimana caranya berpikir ke depan? Berikut ini adalah cara berpikir ke depan agar karir Anda menjulang:
  1. Pelajari kondisi perusahaan, Walau sesibuk apapun Anda bekerja, luangkan waktu Anda sejenak untuk mempelajari kondisi perusahaan. Cari tahu apa tujuan perusahaan di masa depan. Baik jangka pendek maupun jangka panjang. Pelajari apa yang tengah terjadi saat ini di perusahaan Anda. Jangan sampai kesibukan menyebabkan Anda ketinggalan informasi terkini tentang perusahaan. Salah satu cara mengetahui berbagai informasi tentang kantor adalah dengan cara melibatkan diri dalam pergaulan di kantor. Ini akan sangat membantu ketimbang cuma sibuk di depan komputer. So, walau sibuk berat, jangan ampe lupa sosialiasi dan bergaul loh!
  2. Jangan bekerja sendiri, Jika Anda menghadapi kesulitan dalam bekerja, jangan paksakan menyelesaikannya sendiri. Daripada susah payah memeras otak sendirian, lebih baik Anda minta bantuan pada rekan-rekan atau atasan Anda. Diskusikan solusi untuk menyelesaikan kesulitan yang Anda hadapi. Siapa tahu ide dan saran mereka bisa membantu.
  3. Satu visi dengan atasan, Staf dan bos sudah selazimnya bisa seiring sejalan agar bisa bekerja sama. Untuk lebih memudahkan kerjasama Anda dengan bos, sebaiknya ketahui dan pelajari visi atasan Anda terhadap perusahaan. Untuk mengetahuinya, di saat yang tepat lakukan komunikasi dengan bos. Dari obrolan ringan yang Anda lakukan, giring pembicaraan sampai Anda mengetahui visinya. Dengan mengetahui visinya, Anda bisa bekerja secara maksimal dan bersama-sama mencapai tujuan. Ini bisa membantu Anda mencapai jenjang karir yang Anda inginkan.
  4. Kembangkan relationship, Berkarir di abad 21, Anda tidak bisa mengandalkan orang-orang di lingkungan yang itu-itu aja. Kembangkan relationship Anda seluas-luasnya. Jalin networking di setiap kesempatan, misalnya di seminar, kursus, training, dll. Ingat, semakin luas pergaulan Anda semakin luas pula wawasan Anda. Dan ini bisa membantu peningkatan karir Anda.

Jika Anda selalu berpikir ke depan dan tak pernah berhenti mengembangkan karir, berarti Anda adalah calon orang-orang yang sukses di masa mendatang. Selamat meraih sukses!

Selasa, 07 Agustus 2007

Kekuatan Terbesar Manusia

Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut, sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu. Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atau perubahan nasib yang berarti.

Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakan tindakan. Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, maka diri kita akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.

Setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif dikerjakan hingga berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah banyak melakukan hal-hal penting hinga kita tiba di zona baru, dimana kita berhasil mencapai target yang didambakan. Itulah mengapa dikatakan bahwa manusia mempunyai potensi yang sangat besar dalam pikiran bawah sadar. Kekuatan pikiran bawah sadar itu dapat dibangkitkan melalui 2 cara, yaitu: autosuggestion dan visualization.

AUTOSUGGESTION

Keinginan-keinginan kita merupakan informasi penting untuk pikiran bawah sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawah sadar sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkan diri kita untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Keinginan yang sangat besar dan terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yang dinamakan autosuggestion.

Autosuggestion seharusnya dilakukan dengan penuh rasa percaya, melibatkan emosi dalam diri, dilakukan penuh konsentrasi terhadap obyek yang positif, dan berulang-ulang. Selanjutnya, pikiran bawah sadar inilah yang akan mendikte gerak-gerik tubuh kita. Kekuatan yang ditimbulkan oleh pikiran bawah sadar itu sangat dahsyat entah digunakan untuk melakukan perbuatan buruk atau baik. Kadangkala niat untuk melakukan sesuatu secara otomatis muncul dari pikiran bawah sadar.

Autosuggestion akan mengetuk kesadaran (heartknock) . Karena dilakukan berulang-ulang dan rutin, suatu ketika kata-kata tersebut akan menembus pikiran bawah sadar. Lalu pikiran bawah sadar itupun memompa semangat. Energi itu dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan impian hidup kita.

Mungkin kegiatan autosuggestion ini akan dianggap aneh oleh orang lain. Tetapi itulah salah satu cara untuk mengubah diri dari dalam. Biasakan mendengar pola pikir positif dan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang konstruktif. Jadi jangan ragu untuk melakukan budaya-budaya yang potensial, menumbuhkan optimisme dan kreatifitas.

Ada 5 (P) petunjuk dalam melakukan autosuggestion, yaitu:
  • Positive : pada saat melakukan autosuggestion, pikirkan hal-hal yang positif saja.
  • Powerful : lakukan dengan penuh keyakinan sebab dapat memberikan kekuatan untuk berbuat sesuatu yang luar biasa.
    Precise : keinginan yang hendak dicapai harus sudah dapat dideskripsikan, karena pikiran bawah sadar hanya bisa menyusun berdasarkan kategori.
  • Present Tense: dalam bentuk keinginan saat ini, bukan keinginan di masa lalu atau akan datang.
  • Personal : lakukan perubahan positif terhadap diri sendiri terlebih dahulu.

VISUALIZATION

Bila kita menginginkan sesuatu maka pikiran bawah sadar akan menggambarkan apa yang didambakan itu. Dengan cara memvisualisasikan impian terlebih dahulu, terciptalah banyak sekali karya-karya spektakuler di dunia ini. Marcus Aurelius Antonius, seorang kaisar Romawi jaman dahulu mengatakan, “A man’s life is what his thought make of it - Kehidupan manusia ialah bagaimana mereka memikirkannya. ”

Sesuatu yang selalu divisualisasikan manusia akan mudah terekam dalam pikiran bawah sadar. Lalu muncul kekuatan pikiran tersebut, yang berperan sebagai penghubung antara jiwa dengan tubuh. Sehingga tubuhpun bereaksi dengan mengerahkan seluruh potensi yang sebelumnya tidak pernah digunakan, dalam bentuk kreatifitas atau tindakan. Memvisualisasikan impian memungkinkan seluruh impian tercapai oleh pikiran bawah sadar.

Tuhan Yang Maha Esa menganugerahkan potensi yang sama besar kepada manusia. Tidak ada ruginya membayangkan betapa berpotensinya diri kita untuk mencapai impian-impian. Berikut ini beberapa langkah dalam memvisualisasikan impian, yaitu:

Mendefinisikan Impian

Mendefinisikan impian artinya memberikan batasan atau standar akan impian yang hendak dicapai. Kemudian, gambarkanlah semua impian seolah-olah Anda sudah sepatutnya meraih impian tersebut. Meskipun tindakan ini terkesan sederhana, tetapi dari gambaran impian itulah kita akan mencoba berbuat sesuatu untuk melakukan perubahan dan akhirnya dapat meraih cita-cita.

Menentukan Target Waktu

Dambakan impian itu terwujud sesuai target yang telah ditentukan, sebab impian tanpa target waktu hanya akan menjadi mimpi sesaat. Impian dengan target waktu akan menggerakkan kesadaran untuk tidak segan-segan melakukan perubahan. Maka mulailah dari sekarang, Be the best, do the best, and then let God take care the rest ?Jadilah yang terbaik, lakukan yang terbaik, biarlah Tuhan yang menentukan. Potensi yang kita miliki kelihatannya sangat sayang jika tidak dioptimalkan.

Melakukan Berulang-ulang

Melakukan ulangan artinya mengkondisikan diri kita untuk lebih sering ingat akan impian kita. Jika sering ingat, maka perlahan-lahan impian itu akan tertanam di alam pikiran bawah sadar. Bila pesan sudah diterima oleh SCM (sub-conscience mind), maka dia akan menggerakkan diri kita untuk menciptakan keputusan atau menjadikan kita lebih kreatif.

Jika impian lebih sering diimajinasikan ternyata dapat melipatgandakan kekuatan dari pikiran bawah sadar. Imajinasi yang diulang-ulang ini akan secara tidak langsung merangsang ilusi akan kenyataan yang luar biasa tentang potensi kita sebagai umat manusia. Sehingga diri kita akan berusaha keras mencapai impian yang divisualisasikan. Begitulah seterusnya kekuatan pikiran bawah sadar bekerja dan dibangkitkan, hingga perubahan besar terjadi dalam diri kita pada suatu waktu.

Senin, 06 Agustus 2007

KISS (Keep It Simple Stupid)

Seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.

Coba lihat ketiga kasus di bawah ini:

  1. 1. Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan kertas) kosong.

Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut.

Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang ringan.

2. Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan 12 juta dolar.

Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.

Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia ?. Mereka menggunakan pensil!.

3. Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik) mengundang sejumlah pakar untuk men-solve.

Satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, "Inti dari komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu". Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca
cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan "menunggu" dan merasa "tidak menunggu lift".

============================================

Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah.

Tips Motivasi Diri

KapanLagi.com - Seringkali rutinitas, dan berbagai masalah yang datang silih berganti setiap hari membuat kita kehilangan motivasi untuk mendapatkan yang lebih baik dalam kehidupan. Hingga semua tujuan kita mengabur dan lama-lama menghilang. Berikut kami sampaikan tujuh cara untuk mendapatkan motivasi setiap hari:




1. Ciptakan Hasrat -
Lihat imbalan dari usaha Anda secara jelas. Cara ini memberikan banyak motivasi untuk membuat rencana Anda cepat terwujud. Bayangkan rumah impian Anda setiap hari, dan ini akan memberikan Anda dorongan untuk menjadikannya nyata.

2. Ciptakan Rasa Sakit -
Dalam program Neuro-Linguistic mereka mengajarkan pada Anda untuk menghubungkan rasa sakit dengan tidak melakukan tindakan. Gambaran kekasih Anda keluar dengan orang lain, saat Anda menyaksikan itu dengan diam-diam, hal itu mungkin membuat Anda termotivasi membicarakan hal-hal yang Anda hindari dengan pasangan Anda.

3. Bicarakan Rencana Anda -
Bicaralah pada pasangan Anda tentang rencana Anda, atau tuliskan dalam selembar kertas apa yang akan Anda lakukan lalu tempelkan di kulkas.

4. Miliki Sebuah Ketertarikan yang Nyata -
Jika tak ada ketertarikan sama sekali Anda mungkin perlu melakukan sesuatu, untuk itu buat sebuah tujuan besar dalam pikiran Anda.

5. Miliki Energi -
Kafein akan memberikan rasa sehat untuk sesaat, tapi dalam satu atau lain cara, Anda membutuhkan energi lebih sebagai motivasi untuk setiap hari, misalnya dengan olah raga atau tidur cukup.

6. Ciptakan Keseimbangan Mental -
Sangat sulit untuk menemukan motivasi jika Anda dalam keadaan tertekan. Hilangkan beberapa perasaan negatif Anda, atau pada akhirnya pilih kerjakan pekerjaan penting saat Anda dalam mood yang bagus.

7. Ambil Sebuah Langkah Kecil -
Lakukan pengumpulan untuk satu tas besar daun-daun di halaman. Dan denagn segera Anda akan membersihkan halaman. Setiap sebuah langkah kecil yang Anda ambil untuk mencapi tujuan akan memberikan motivasi pada Anda setiap hari.

Rabu, 01 Agustus 2007

Jumat, 27 Juli 2007

Mengapa Tidak Mudah Memberi Maaf?



Dalam keseharian entah kita sadari atau tidak, kita sering mengucapkan kata maaf kepada siapapun atas segala kesalahan yang telah kita perbuat. Kelihatannya tak terlalu sulit kita mohonkan permintaan maaf kepada orang lain, BUKAN! Tetapi pernahkah terbersit dalam pikiran bahwa memberikan maaf lebih sulit ketimbang sekedar mengumbar permintaan maaf dari orang lain. Mengapa ?


Bila kita cermati di saat orang lain menggoreskan sedikit saja luka, kita seringkali menyukai untuk menyimpannya dalam bagian hati hingga menimbulkan warna sebagian rongganya berwarna lebih pekat. Atau kita menyimpannya di setiap detak jantung ketimbang membiarkannya pergi berlalu. Yang lebih celaka kita bahwa enggan melepas dan mendekapnya berlama2 hingga tanpa disadari memudahkan jalan pikiran untuk membalas menggapai pikiran.


Jika kita sadari benar, memendam luka atas kesalahan orang lain akan membuat jiwa seakan terikat belenggu kekesalan, kemarahan, kesakitan yang lambat laun menjadikan lemahnya hati untuk merdeka. Bagaikan selembar kertas putih, kita membiarkan tinta- tinta hitam kegeraman hati menitikan noda-noda di hamparan kesuciannya. Memang tak mudah melupakan luka yang begitu membekas di lorong-lorong jiwa kita, terlebih kita hal itu begitu menyakitkan. Tetapi apakah kita akan terus membiarkan hati dihantui perasaan kecewa dan sedih hingga keresahan hadir mengelilingi alam pikiran.


Berusahalah untuk mengikis perlahan kristal-kristal hitam kecewaan dengan membuka sedikit-sedikit pintu maaf untuk orang lain. Biarkan keikhlasan hati menelurusi dengan lorong-lorong jiwa tanpa tersendat menuju kebersihan hati..


Ribuan maaf bisa kita mohonkan, tetapi mengapa satuan maaf tidak dapat kita berikan. Itu sebuah pilihan, bukan!

Kamis, 26 Juli 2007

IT'S STILL POSIBBLE TO CREATE DREAMS ?

Ada satu pepatah klasik yang sering diajarkan pada kita sewaktu kecil yang mengatakan "Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit". Dalam perkembangannya, berapa banyak dari kita yang merasa dirinya sebagai orang dewasa yang masih `mempercayai' pepatah klasik tersebut ? Atau lebih dalam lagi, berapakah di antara kita yang mau `mempercayai'nya, melakukannya dan berhasil mencapainya ? Ataukah kita hanya menganggapnya sebagai hiburan bagi anak kecil belaka ? Jika sebagian dari anda mungkin menganggap mempunyai cita-cita atau impian hanya sebagai suatu khayalan belaka, mengapa hampir semua buku motivasi dan buku-2 pengembangan diri justru terus menerus mengingatkan kita akan pentingnya mempunyai impian yang harus dicapai di dalam hidup ?

Faktanya, hampir sebagian besar orang saat ini mendasarkan hidupnya pada realitas yang ada, dan hanya sebagian kecil yang masih mempunyai impian dan menganggap impian itu bisa diwujudkan dalam hidupnya. Banyak hal yang membuat hal tersebut terjadi. Yang pertama, karena dalam masa pertumbuhan kita, terutama saat kita berada dalam usia pertumbuhan mental hingga 7 tahun, kita banyak menerima hal-hal yang berupa `doktrin' yang dimasukkan oleh orang tua, guru, serta lingkungan. Ada hal-hal yang positif yang dimasukkan, seperti budi pekerti, tata krama, dan sopan santun. Namun seringkali masuk juga doktrin yang `negatif' yang bisa menghambat pertumbuhan mental kita, seperti "Kamu kan dilahirkan sebagai anak orang miskin, jadi jangan berharap jadi orang kaya", "Kamu kan wanita, jadi enggak usah sekolah tinggi-tinggi nantinya, toh bakalan jadi ibu rumah tangga juga", "Jangan jadi orang kaya, orang kaya itu jahat", dan sebagainya. Doktrin semacam itu apabila diterima oleh pikiran kita berulang kali, akan dianggap sebagai suatu kebenaran. Dan akibatnya, dapat menurunkan tingkat kreativitas kita dalam menginginkan sesuatu. Dalam satu survey yang pernah diadakan di USA, ada sekelompok anak kecil yang berusia 0 hingga 5 tahun yang disurvey, dimana tingkat kreativitas mereka bisa mencapai hingga 95 %. Pada saat mereka berusia 5 hingga 7 tahun, anak-2 yang sama tersebut disurvey kembali, dan tingkat kreativitas mereka menurun hingga sekitar 15 %.

Yang kedua, system pendidikan kita lebih mengutamakan cara berpikir yang mengandalkan logika daripada kreativitas. Seorang anak yang pandai matematika dicap sebagai anak pandai, sedang anak yang lebih suka menggambar tapi kurang suka matematika dicap anak bodoh. Cara berpikir logika ini akhirnya terus terbawa hingga kita dewasa, sehingga saat kita menciptakan impian, tanpa sadar kita akan bertanya dalam hati "Logis nggak kalo saya pengen jadi orang kaya, dengan kondisi saya yang biasa-2 saja sekarang ini" misalnya.

So, dengan keadaan pikiran kita yang banyak dipengaruhi oleh doktrin-2 dari lingkungan tersebut, masihkah kita bisa menciptakan impian yang membuat hidup kita menjadi lebih baik ? BISA, dengan menciptakan kondisi-2 tertentu sebagai berikut.

  1. Apabila anda berpikir selalu berdasarkan logika, buat suatu impian yang `masuk akal' menurut logika anda. Menurut suatu penelitian, suatu impian akan dianggap masuk akal oleh orang-orang yang selalu berpikiran logis, apabila hanya meningkat sekitar 20% hingga 30 %, atau maksimal meningkat `satu level' dari kondisi anda saat ini. Misal, gaji anda saat ini adalah satu juta rupiah. Punya impian untuk meningkatkan pendapatan menjadi 1,2 juta hingga 1,3 juta tahun depan masih masuk akal. Anda saat ini naik sepeda, ingin mempunyai sepeda motor dua tahun lagi masih masuk akal. Anda naik motor saat ini, punya impian membeli mobil bekas tiga tahun mendatang masih masuk akal.
  2. Bagi anda yang cara berpikirnya tidak terbatasi oleh logika, dan lebih mengandalkan kreativitas (otak kanan), boleh saja membuat impian yang setinggi mungkin. Misal anda saat ini hanya mempunyai sepeda, dan ingin memiliki mobil BMW, itu impian yang normal-normal saja. Kadang-2 dalam seminar saya, ada orang yang bertanya, "Kalau begitu, orang yang berpikiran dengan logika impiannya dibatasi dan `kalah level' donk dengan impian orang yang berpikiran menggunakan kreativitas ? Sama-sama asalnya punya sepeda, yang berpikir logika anda sarankan punya motor dulu, yang berpikiran dengan kreativitas anda sarankan boleh mempunyai BMW". Saya selalu bertanya balik ,"Kalau begitu, apakah menurut anda langsung mempunyai impian punya BMW `masuk akal" dan logis ?" Tentu tidak, menurut orang yang berpikiran logis. Karena itu, lebih baik orang yang berpikiran logis dalam membuat impian dibuat bertahap daripada langsung besar. Misal, dari sepeda – motor – mobil bekas – mobil kijang – mobil BMW. Urutan seperti itu akan lebih masuk akal dibanding anda langsung ingin mobil BMW.
  3. Ciptakan kondisi yang menyentuh emosi anda, sehubungan dengan impian tersebut. Semakin dalam emosi yang terkait dengan impian tersebut, semakin kuat motivasi anda untuk mencapainya. Misal anda ingin mempunyai motor baru, apa manfaatnya bagi anda secara emosi ? Apakah hanya sekedar untuk meningkatkan gengsi anda ? Jika hanya ini alasan anda, bisa jadi impian ini bisa tidak tercapai, karena alasan emosionalnya kurang kuat. Mungkin bila alasannya ingin membuat istri anda bangga karena anda telah bekerja keras mencapainya, akan lebih memotivasi anda untuk bekerja keras mencapainya.
  4. Buat impian anda secara spesifik dan tertulis. Semakin spesifik, akan semakin mudah mencapainya. Jadi, daripada anda mengatakan ingin computer saja, akan lebih baik jika anda mengatakan ingin computer Pentium IV, memory 512 MB, layar VGA 128 MB, harddisk 60 MB dan sound card.
  5. Ciptakan batas waktu, kapan impian tersebut harus dicapai. Buat batas waktu yang menurut anda logis dan bisa dicapai. Misal anda ingin mempunyai tabungan 100 juta rupiah. Dengan penghasilan anda perbulan saat ini yang sekitar 2 juta rupiah misalnya, mungkinkah impian tersebut bisa dicapai dalam 1 tahun ? Jika tidak mungkin, panjangkan waktunya menjadi 7 atau 8 tahun misalnya, tentu lebih masuk akal.
  6. Buat `pengumuman' kepada orang-2 di sekitar anda (bisa rekan kerja, istri, suami, atau orang tua), bahwa anda akan mencapai suatu tujuan tertentu. Mereka bisa menjadi semacam `pendorong' tidak langsung, karena anda akan dihadapkan pada kondisi malu bila ternyata tidak berhasil mencapai apa yang telah anda `umumkan'.
  7. Buat kondisi seolah-olah anda sudah memiliki apa yang anda inginkan. Misalnya anda ingin motor baru. Sering-2lah pergi ke showroom motor, cobalah rasakan duduk di salah satu motor baru disana, rasakan emosi apa yang anda rasakan ketika mencoba duduk disana. Contoh kedua : Apabila anda ingin menjadi seorang manager di perusahaan anda, misalnya. Cobalah untuk berpakaian sebagaimana layaknya seorang manager. Pelajari dengan baik bagaimana seorang manager berbicara kepada anak buahnya. Jika memungkinkan, cobalah sekali-kali mencoba duduk di kursi manager. Rasakan apa emosi yang anda rasakan ketika anda duduk disana. Ingat, otak bawah sadar kita tidak bisa membedakan mana yang impian dan mana yang realitas. Semakin sering kita menciptakan kondisi seolah-olah impian kita sudah tercapai, akan semakin mendekatkan cara pikir dan tindakan kita menuju impian tersebut.
  8. Cari seorang mentor atau tokoh panutan yang bisa anda tiru. Dengan belajar dari seorang mentor, anda akan lebih cepat mencapai impian anda, karena anda belajar dari kesuksesan dan kesalahan orang tersebut, sehingga anda tidak perlu melakukan `trial & error" dalam mencapai impian tersebut. Seorang mentor bisa berarti orang yang anda kenal, yang mau membimbing anda mencapai seperti apa yang dia telah capai, ataupun anda bisa belajar dari cara kerja orang sukses yang bisa anda baca di buku-buku.
  9. Masuk ke dalam `dunia' impian anda. Misal, apabila anda menginginkan menjadi seorang pembicara, cobalah bergaul dengan orang-2 yang sudah berprofesi tersebut, dan cobalah menjadi seorang ahli di sana. Anda harus tahu bagaimana bersikap saat diatas panggung, anda harus tahu bagaimana menciptakan suasana yang mengesankan bagi para penonton, anda harus tahu siapa-2 saja event organizer yang biasa menyelenggarakan seminar, anda harus tahu lokasi-2 mana saja yang bagus untuk dijadikan tempat seminar, anda harus tahu buku-2 apa saja yang dibaca oleh para pembicara, anda harus tahu musik apa yang harus digunakan saat pembukaan acara, dll. Intinya, jadilah seorang expert di bidang yang anda suka.
  10. Take Action ! Mulailah melangkah, detik ini juga setelah anda membaca artikel ini. Sebagus apapun impian anda tentu tidak akan terwujud tanpa tindakan nyata dari anda.

Satu hal yang pasti, anda pasti akan menemui hambatan dalam mencapai impian anda tersebut. Tidak ada kegagalan di dalam mencapai suatu impian, yang ada hanyalah orang yang berhenti melakukannya. Karena itulah maka dia disebut gagal. Jadi, janganlah berhenti sebelum impian anda tercapai.

Senin, 23 Juli 2007

Jangan Jadi Gelas

Seorang guru mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.

"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah didunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? " sang Guru bertanya.

"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, " jawab sang murid muda.

Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit."Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.

"Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.

"Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.

Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.

"Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau."Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah dihadapan gurunya.

"Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk di dudukinya, tepat di pinggir danau.

Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingindan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, "Bagaimana rasanya?"

"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana . Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.

"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"

"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Tuhan, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurangdan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pundemikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yangbebas dari penderitaan dan masalah."

Si murid terdiam, mendengarkan.

"Tapi Nak, rasa 'asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan hati dalam dadamu itu jadi sebesar danau."

Rabu, 18 Juli 2007

Tidak selalu rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri

Saat ini kita hidup di zaman dimana serba instant dalam memecahkan masalah, kita menukar rumah kecil dengan yang lebih besar, mobil tua dengan mobil yang lebih baru. Kita menginginkan pekerjaan dengan gaji yang lebih kecil dengan pekerjaan yang pendapatan yang lebih besar.

Tanpa sadar dalam diri kita terpatri pandangan bahwa milik ataupun hidup orang lain lebih baik dari yang telah kita miliki. Termaksud dalam memilih pasangan hidup, terkadang kita telah memiliki seorang pasangan yang terbaik untuk kita, tetapi kita ingin memiliki yang lain.

Hal ini dapat kita lihat banyak contoh di televisi terutama dalam infotainment banyaknya para artis yang kawin-cerai, dan yang ajaibnya saat ini gaya hidup seperti itu sedang menjadi trend di Indonesia tercinta ini…!, termaksud oleh para pemimpin dan tokoh masyarakat lainya.

Memang ada kemungkinanan mendapat pasangan baru merupakan penyelesaian terbaik, tetapi penting untuk diingat dan memikirkan kemungkinan itu saja membuat anda tidak bisa menikmati hubungan yang telah anda memiliki dan membuat anda tidak bisa mengembangkan hubungan anda dengan kekasih tercinta!

Jujur saya pun sering tergoda pikiran untuk membanding-bandingkan apa yang telah saya miliki dengan yang lain, hal ini membuat saya sedikit frustasi. Tetapi saya tertolong dengan pikiran hayalan lebih indah dari kenyataan. Dalam hayal saya mendapat pasangan baru yang lebih muda, cantik, lebih kaya adalah lebih menyenangkan…

Tetapi pernah selintas terpikir oleh saya, bahwa saya memiliki masalah kehidupan, pasti pasangan baru kita juga memilikinya, terpikirkan lagi oleh saya jika memilih pasangan baru saya harus menerima masalah baru yang di milikinya…. Banyak sahabat dekat saya mengatakan " kalau dia tidak jadi pasangan saya keadaan saya pasti tidak seperti ini…", hal itu mungkin benar, tapi jangan lupa akan ada masalah lain yang akan kita terima…

Sedikit saran dari saya yang kurang berilmu dan memiliki pikiran yang simple ini jangan kacaukan pikiran anda dengan membayangkan apa dan siapa yang lebih baik, Syukurilah apa yang anda miliki sekarang. Karena ingat pasangan kita saat ini adalah hasil pilihan kita sendiri, dimana kita harus berjuang untuk mendapat cinta dan kasih sayangnya nya seperti yang telah diberikannya untuk kita saat ini, kenapa mesti mencari yang lebih baik…?

"Tidak selalu rumput tetanga lebih hijau dari rumput dihalaman sendiri, maka pupuk dan peliharah maka anda akan mendapatkan anugrah"

Apakah Berani = Pangkal Sukses?

Apa sih kunci untuk mencapai sukses dan kemajuan dalam karir? Jawabannya banyak sekali dan cukup beragam. Dan jawaban ini pun sudah seringkali di bahas dalam buku-buku dan forum disksusi tentang karir. Mungkin anda sendiri sampai bingung untuk mempraktekkannya. Tapi sekarang nggak perlu bingung, karena ada satu kata kunci untuk sukses, yaitu 'berani'.

Dengan sejumlah keberanian, karir anda dapat melesat. Tapi, keberanian ini tentu saja bukan asal berani. Yang jelas, untuk maju anda perlu memiliki keberanian yang positif. Lalu keberanian macam apa yang harus dimiliki untuk sukses dalam karir? Jawabannya ada di bawah ini:

BERANI MENANGGUNG RESIKO

Semua pekerjaan menanggung resiko, apapun jenis pekerjaan anda. Lelah dan kekurangan waktu bersama keluarga adalah resiko yang paling sering di jumpai dan di dengar. Selain itu, masih banyak resiko yang ditanggung di pekerjaan anda, berat ringan resiko itu tergantung dari jenis pekerjaannya. Tentu saja, sejak awal anda harus menyadari resiko yang akan anda hadapi sebagai konsekuensi pekerjaan. Dan juga, jika ingin maju, jangan menghindari resiko. Misalnya, jika anda gagal tahun ini mencapai target hidup anda, jangan dibawa frustrasi, tetapi pikirkan cara yang terbaik untuk mengatasi kegagalan itu dan mencobanya lagi di tahun yang akan datang.

BERANI BERTANGGUNG JAWAB

Anda mutlak memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan. Jika anda melakukan kesalahan, beranilah bertanggung jawab untuk membenahinya. Dan, jika memang anda salah, jangan mengambinghitamkan orang lain atau rekan kerja anda. Selain terkesan pengecut, juga menunjukkan bahwa anda tidak profesional dalam bekerja.

BERANI MENGUNGKAPKAN IDE

Jika tidak berani mengemukakan ide dan gagasan, bisa-bisa karier anda mandek. Atasan membutuhkan ide dan gagasan cerdas. Maka, tuangkanlah ide itu dalam pekerjaan anda. Kemudian jangan ragu ungkapkan ide-ide anda baik di dalam rapat maupun langsung pada bos. Kalau anda selalu ragu dan takut, ide anda bisa disabotase orang loh.

BERANI BERSIKAP PROFESIONAL

Sikap profesional harus anda tumbuhkan mulai dari hal-hal yang kecil. Misalnya datang ke kantor tepat waktu, menyelesaikan tugas dengan cekatan, atau tidak menunda-nunda pekerjaan yang diberikan atasan serta memenuhi deadline. Setelah itu, kedepankan inovasi anda. Beranilah melakukan pembenahan dan pembaruan terhadap pekerjaan anda. Sehingga anda mampu menjadi seorang profesional.

BERANI BERSIKAP OBYEKTIF

Obyektivitas akan membuat anda lebih jernih dalam menilai sesuatu. Misalnya, bila ada percekcokan dengan rekan kerja, kita perlu melihat secara obyektif penyebab percekcokan. Apakah karena salah paham biasa atau karena beda pendapat mengenai suatu ide atau gagasan. Yang penting, jangan bawa-bawa masalah pribadi di tempat kerja. Sebab, perusahaan anda tentu mengutamakan profesionalisme. Dengan demikian, anda dituntut untuk berani memilah-milah mana masalah pribadi dan mana yang urusan pekerjaan.

BERANI BERSIKAP TEGAS

Jangan takut untuk bersikap tegas, termasuk di kantor. Jika anda berbeda pendapat dengan rekan kerja, kemukakan perbedaan itu dengan dilandasi argumen yang kuat. Jika anda diberi tugas oleh koordinator atau supervisor tapi tidak sesuai dengan aturan main yang sudah disepakati bersama melalui suatu rapat, jangan ragu-ragu untuk menolaknya. Asal tidak keluar dari jalur yang ditetapkan bersama, anda tidak perlu takut untuk bersikap tegas. Tanpa memiliki sifat tegas, anda hanya akan dimanfaatkan oleh orang lain, termasuk atasan anda sendiri. Jadi, jangan ragu-ragu untuk bersikap tegas.

BERANI MENERIMA KRITIK

Jika tidak memiliki jiwa besar menerima kekurangan, anda akan alergi terhadap kritik. Untuk itu, berlatihlah menerima kekurangan yang ada, meski itu pahit. Dan di tempat kerja, kekurangan kita mengerjakan suatu tugas biasanya diperbaiki dengan mekanisme pemberian kritik. Anda harus berani menerima kritik. Karena lewat kritik anda dapat memperbaiki diri. Anggaplah kritik sebagai cambuk bagi anda. Rasanya mungkin sakit, tapi dampaknya bisa memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri anda.

Nah apakah anda sudah memiliki keberanian tersebut? Kalau belum, segera tumbuhkan keberanian anda dari sekarang. Dan jika anda mempraktekkan keberanian itu, jalan anda menuju sukses pun semakin mudah. So, berani pangkal sukses lah ya..!